Hubungi Kami

Kerangka Materi

A01:2025 - Kontrol Akses yang Rusak
A02:2025 - Konfigurasi Keamanan yang Salah
A03:2025 - Kerusakan pada Rantai Pasok Perangkat Lunak
A04:2025 - Kegagalan Kriptografi
A05:2025 - Serangan Injection
A06:2025 - Desain yang Tidak Aman
A07:2025 - Kegagalan Autentikasi
A08:2025 - Kerusakan pada Integritas Perangkat Lunak atau Data
A09:2025 - Kegagalan Logging dan Pengawasan Keamanan
A10:2025 - Penanganan Situasi Istimewa yang Keliru

A01:2025 Kontrol Akses yang Rusak – Kontrol akses dirancang agar pengguna tidak dapat melakukan tindakan di luar hak izinnya. Kegagalan dalam mekanisme ini sering kali menyebabkan bocoran informasi, modifikasi atau penghapusan data secara tidak sah, serta pemanfaatan fungsi sistem secara melampaui batas izinnya.


A02:2025 Konfigurasi Keamanan yang Salah – Terjadi ketika sebuah sistem, aplikasi, atau layanan cloud disusun secara tidak tepat dari sudut pandang keamanan sehingga menimbulkan celah.


A03:2025 Kerusakan pada Rantai Pasok Perangkat Lunak – Merujuk pada gangguan atau kompromi dalam proses pembuatan, distribusi, maupun pemutakhiran perangkat lunak. Umumnya disebabkan oleh adanya kerentanan atau modifikasi jahat pada kode, alat-alat, maupun dependensi lain yang digunakan sistem.


A04:2025 Kegagalan Kriptografi – Data dalam pengiriman seharusnya dienkripsi pada lapisan transportasi (OSI layer 4). Kendala dahulu seperti kinerja CPU dan manajemen kunci pribadi kini telah teratasi lewat instruksi khusus pada prosesor untuk mempercepat enkripsi (misalnya dukungan AES) serta layanan pengelolaan sertifikat seperti LetsEncrypt.org. Meski begitu, penetapan mana saja data yang harus dienkripsi saat disimpan atau diperlukan perlindungan ekstra dalam transmisi tetap penting. Misalnya kata sandi, nomor kartu kredit, catatan medis, dan informasi pribadi sangat rentan disalahgunakan, apabila diatur oleh peraturan seperti GDPR Uni Eropa maupun standar PCI DSS.


A05:2025 Serangan Injection – Kerentanan ini terjadi ketika penyerang memasukkan kode jahat atau instruksi (misalnya SQL atau perintah sistem) ke dalam kolom input, sehingga sistem melaksanakannya layaknya kode sah. Implikasinya sangat berbahaya dan dapat merugikan secara besar-besaran.


A06:2025 Desain yang Tidak Aman – Merupakan golongan luas mencakup mekanisme pengendalian desain yang kurang memadai. Catatan penting, antara desain tidak aman dan implementasi buruk sebenarnya memiliki penyebab serta penanganan berbeda. Desain yang salah secara struktural tak bisa diperbaiki hanya dengan implementasi sempurna, sebab kontrol keamanan esensial belum didesain sama sekali untuk menghadapi ancaman tertentu. Selain itu kurangnya evaluasi risiko bisnis juga memicu desain yang buruk.


A07:2025 Kegagalan Autentikasi – Terjadi saat penyerang mampu menyamarkan akun tidak sah agar sistem menerima sebagai pengguna legal.


A08:2025 Kerusakan pada Integritas Perangkat Lunak atau Data – Ketika kode atau infrastruktur tak melindungi aplikasi terhadap kemungkinan konten tidak terpercaya disalahgunakan. Contoh kasusnya, penggunaan plugin, pustaka, maupun modul dari sumber tak dikenal atau CDN yang tidak diverifikasi. Pipeline CI/CD yang tidak menerapkan mekanisme integritas perangkat lunak juga dapat memasukkan kode jahat ke dalam lingkungan kerja.


A09:2025 Kegagalan Logging dan Pengawasan Keamanan – Tanpa pencatatan log serta pengawasan kontinu, upaya pelanggaran amat sulit diidentifikasi. Keterbatasan dalam perekaman aktivitas serta penanda peringatan juga memperlambat respons cepat terhadap insiden keamanan.


A10:2025 Penanganan Situasi Istimewa yang Keliru – Berawal dari ketidakmampuan sistem mengantisipasi, mendeteksi, maupun merespons kejadian luar biasa. Akibatnya program bisa saja terkendala atau memberikan respons tidak tepat, bahkan menimbulkan celah sekuritas.

Kami akan membahas dan menyajikan sisi praktis dari masing-masing poin berikut ini:

Kontrol Akses yang Rusak
- Contoh situasi nyata terkait kontrol akses yang gagal bekerja - Metode kontrol akses aman serta praktik terbaiknya


Konfigurasi Keamanan yang Salah
- Kasus-kasus konkret dari kesalahan dalam pengaturan sistem - Langkah-langkah pencegahan, termasuk alat manajemen dan otomatisasi konfigurasi


Kegagalan Kriptografi
- Analisis mendalam terhadap kelemahan sistem kriptografi seperti penggunaan algoritme lemah atau kelalaian dalam mengelola kunci enkripsi - Pentingnya mekanisme enkripsi yang kuat, protokol aman (SSL/TLS), serta praktik terbaru dalam keamanan web


Serangan Injection
- Pembahasan lengkap mengenai berbagai jenis serangan seperti SQL, NoSQL, OS maupun LDAP injection - Teknik pencegahan menggunakan pernyataan siap pakai (prepared statements), kueri terparameterisasi dan prosedur sanitisasi input


Desain yang Tidak Aman
- Menelusuri aspek desain yang rawan kerentanan, misalnya minimnya validasi input - Strategi pengembangan arsitektur sistem serta prinsip-prinsip dasar desain aman yang patut dipahami


Kegagalan Autentikasi
- Masalah-masalah autentikasi yang sering terjadi - Metode pengamanan login, seperti sistem multi faktor dan penanganan sesi pengguna yang terstruktur


Kerusakan pada Integritas Perangkat Lunak atau Data
- Permasalahan seperti pembaruan perangkat lunak tak terpercaya maupun manipulasi data tidak sengaja diuraikan secara mendalam - Metode pemberian update aman dan cara memverifikasi keabsahan konten digital


Kegagalan Logging dan Pengawasan Keamanan
- Pentingnya mencatat aktivitas yang relevan secara seksama serta mengontrol perilaku aneh sistem untuk mencegah pelanggaran - Alat-alat serta pendekatan praktis dalam penyusunan log dan pengawasan real time guna deteksi dini ancaman keamanan

Persyaratan

  • Pemahaman dasar mengenai siklus pengembangan aplikasi web /li>
  • Pengalaman dalam pengembangan serta keamanan aplikasi web /li>

Target Peserta

  • Para pengembang web /li>
  • Para pemimpin organisasi /li>
 14 Jam

Jumlah Peserta


Harga per Peserta

Testimoni (7)

Kursus Mendatang

Kategori Terkait